Aplikasi Android Global News Indonesia

Aplikasi Android Global News Indonesia
Global-News-Indonesia.apk

Sabtu, 16 Juli 2011

Meluruskan Pemahaman Tentang Bid’ah

“Dikit-dikit bid’ah, dikit-dikit bid’ah,” “apa semua yang ada sekarang itu bid’ah?!” “kalau memang maulidan bid’ah, kenapa kamu naik motor, itukan juga bid’ah.” Kira-kira kalimat seperti inilah yang akan terlontar dari mulut sebagian kaum muslimin ketika mereka diingatkan bahwa perbuatan yang mereka lakukan adalah bid’ah yang telah dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Semua ucapan ini dan yang senada dengannya lahir, mungkin karena hawa nafsu mereka dan mungkin juga karena kejahilan mereka tentang definisi bid’ah, batasannya dan nasib jelek yang akan menimpa pelakunya.
Karenanya berikut uraian tentang difinisi bid’ah dan bahayanya dari hadits Aisyah yang masyhur, semoga bisa meluruskan pemahaman kaum muslimin tentang bid’ah sehingga mereka mau meninggalkannya di atas ilmu, Allahumma amin.

Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda:

“Barangsiapa yang mengadakan perkara baru dalam urusan kami ini apa-apa yang bukan darinya maka dia tertolak”.

Dalam satu riwayat, “Barangsiapa yang beramal dengan suatu amalan yang tidak ada tuntunan kami di atasnya maka amalan itu tertolak”.
Takhrij Hadits:
Hadits ini dengan kedua lafadznya berasal dari hadits shahabiyah dan istri Nabi Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam ‘A`isyah radhiallahu Ta’ala ‘anha.
Adapun lafadz pertama diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari (2/959/2550-Dar Ibnu Katsir) dan Imam Muslim (3/1343/1718-Dar Ihya`ut Turots).
Dan lafadz kedua diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari secara mu’allaq (2/753/2035) dan (6/2675/6918) dan Imam Muslim (3/1343/1718).
Dan juga hadits ini telah dikeluarkan oleh Abu Ya’la dalam Musnadnya (4594) dan Abu ‘Awanah (4/18) dengan sanad yang shohih dengan lafadz, “Siapa saja yang mengadakan

Selasa, 05 Juli 2011

Ucapan SMS Khusus Menjelang Ramadhan 2011

Udah menjadi adat atau kebiasaan sebelum puasa dan sebelum ramadhan datang, kita saling mengucapkan dan mengirim ucapan selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan, ini ada kumpulan sms-sms ucapan ramadhan..

\\================================================\\
Siang hari menahan dahaga,
sebagai bukti cinta padaNya
Malam hari tarawih dijaga,
karena ingin jadi kekasihNya
Siapa yang tak akan gembira,
berkesempatan besar dekat denganNya
Selamat berpuasa Semoga kita dilimpahi cintaNya

\\================================================\\

“Dalam kerendahan hati ada keluhuran budi. Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa. Mari kita SETTING niat, kita UPGRADE iman, DOWNLOAD sabar, DELETE dosa, APPROVE maaf dan SEARCH pahala, agar mendapat GUEST LIST masuk surga.”

\\================================================\\

Kalau tak segan keluarkan uang
walau harus hemat di masa sekarang
untuk investasi masa depan
agar hari

Minggu, 03 Juli 2011

 Mengenal Manhaj Salaf

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesunguhnya sebaik-baik salaf bagimu adalah aku”. [Hadits Shahih, Riwayat Muslim (no. 1450)]
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Terus menerus ada sekelompok dari ummatku yang mereka tetap nampak di atas kebenaran, tidak membahayakan mereka orang mencerca mereka sampai datang ketentuan Allah (hari kiamat) dan mereka dalam keadaan seperti itu. [Hadits Shahih, dikeluarkan Oleh Muslim dari Tsauban. Dan hadits semakna diriwayatkan Bukhari & Muslim, muttafaqun 'alaih].
Imam Ibnul Mubarak (wafat 181 H) berkata: Tinggalkanlah hadits Amr bin Tsabit karena ia mencerca para ulama salaf. [ Muqoddimah Shohih Muslim jilid 1 hal. 16]
Al-Imam Al-Auza’i (wafat 198 H) berkata: “Wajib bagimu untuk mengikuti jejak salaf walaupun orang-orang menolakmu dan hati-hatilah dari pemahaman/pendapat tokoh-tokoh itu walaupun mereka mengemasnya untukmu dengan kata-kata (yang indah).” [Asy-Syari'ah, Al-Ajurri hal. 63]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (wafat 728 H) berkata: “Tidak tercela bagi siapa saja yang menampakkan manhaj salaf, berintisab dan bersandar kepadanya, bahkan yang demikian itu disepakati wajib diterima, karena manhaj salaf pasti benar.” [Majmu' Fatawa 4/155]. Beliau juga berkata: “Bahkan syi’ar ahlul bid’ah adalah meninggalkan manhaj salaf.” [Majmu' Fatawa 4/155]
Segala puji bagi Allah yang telah mengutus Nabi Muhammad shallallahu “alaihi wa sallam dan membangkitkan para sahabat sebagai pendamping dan pembela dakwah beliau. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Muhammad, keluarga dan para pengikutnya yang setia hingga akhir masa. Amma ba’du…